Get Adobe Flash player

BANTUAN SISWA MISKIN SDN 2 KEDARO 2012

 

SUBSIDI SISWA MISKIN (SSM) SDN 2 KEDARO 2012

Direktur Jenderal PendidikanDasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, program Bantuan Siswa Miskin (BSM) berganti nama menjadi Subsidi Siswa Miskin (SSM). Menurutnya, nama SSM akan terasa lebih pas untuk mencerminkan upaya pemerintah menekan angka putus sekolah dan mengantisipasi bertambahnya kesulitan masyarakat menjelang naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dengan memberikan subsidi tersebut.

 Melalui APBN Perubahan, unit cost SSM yang diberikan kepada siswa SD mencapai Rp 360 ribu, siswa jenjang SMP mencapai Rp 750 ribu, dan  siswa jenjang SMA berkisar di angka Rp 1 juta.

Sementara ini untuk tahun 2012 SDN 2 Kedaro memperoleh Subsidi Siswa Miskin (SSM) sebagai berikut : 1) Tahap I   : Periode Januari – Juni 2012 sebanyak 40 orang x Rp360.000,  = Rp 14.400.000,-; 2) Tahap II : Periode Juli – Desember 2012 sebanyak 181 orang x Rp360.000,-  = Rp 65.160.000,-; Total  = Rp 79.560.000,-.

Sebelum penyaluran SSM, diadakan rapat Komite sekolah dan Dewan Guru pada hari Jumat, 4 Mei 2012 di SDN 2 Kedaro dengan hasil kesepakatan diantaranya 1) SSM disalurkan kepada siswa yang kurang mampu sesuai jumlah peserta yang dapat; 2) SSM diperuntukan untuk mencukupi kebutuhan sekolah berupa pakaian sekolah (Baju olah raga + seragam sekolah), sepatu, alat tulis menulis dan sisanya untuk biaya Akte Kelahiran Siswa bagi yang belum punya.

Untuk dimaklumi, cara pengambilan SSM tahun ini diambil langsung oleh siswa yang bersangkutan ke Kantor POS terdekat dengan membawa SK Penetapan dari Dinas Dikbud Kab. Lobar dan membawa fotocopy raport yang telah disyahkan oleh Kepala Sekolah yang didampingi seorang guru dan orang tua/wali murid yang bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyaluran SSM yang salah sasaran. Pihak sekolah hanya bisa menfasilitasi dan mengarahkan orang tua/wali murid untuk memanfaak SSM ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah dan jangan sampai ada siswa tidak sekolah atau putus sekolah  dengan alasan tidak ada biaya.

Semoga SSM ini bisa tersalurkan dengan baik dan bermanfaat tanpa membawa fitnah dan musibah kita semua. Amiin.

DAFTAR PENERIMA BSM 2012 TAHAP II

Aktifitas menjelang PLPG

Uji Kompetensi Awal bagi peserta sertifikasi guru tahun 2012 telah berlalu. Bagi peserta yang sudah lulus UKA berharap cemas menanti saatnya dipanggil untuk mengikuti PLPG.

Sebelum PLPG masing-masing mempersiapkan diri dengan berbagai upaya.Diantaranya dengan mempersiapkan fisik atau kesehatannya  jangan sampai saat akan mendekati PLPG kondisi tubuhnya dalam keadaan tidak sehat. Disamping itu ada juga peserta yang tidak berani keluar daerah untuk liburan, jangan sampai ketika berada diluar daerah dipanggil untuk mengikuti PLPG.

Demikian pentingnya PLPG tersebut bagi peserta sertifikasi 2012 sehingga semua aktivitas lainya dikesampingkan untuk mempersiapksan diri mengikuti PLPG agar gelar guru propesional secepatnya  dapat segera diraih.

Materi PLPG 2012 bisa di download  disini.

 

MUI LOBAR MINTA AKTIVITAS MTs YAYASAN IHYA` US SUNNAH SEGERA DIAKTIFKAN

Mataram, 6/4 (Pinmas) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUNI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar),TGH Syafwan Hakim meminta bupati segera mengaktifkan kembali aktivitas pendidikan yang dikelola Yayasan Ihya`us Sunnah, Dusun Repuk Gapuk, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong.

“Tidak ada alasan menutup ataupun menghentikan aktivitas belajar mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) ataupun Taman Kanak-kanak yang dikelola yayasan, dibawah pimpinan Ustadz Supenil,” katanya disela-sela pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)NTB, di Mataram, Rabu malam. Dikatakan, pihaknya telah bersurat kepada Bupati Lombok Barat agar kegiatan belajar mengajar di sekolah MTs Ihya`us Sunnah tersebut diaktifkan kembali. Penghentian yang dilakukan oleh Camat Sekotong sebagai hasil musyawarah masyarakat setempat beberapa bulan lalu tidak bisa dibenarkan, karena tidak ada hal-hal menyimpang dari aqidah yang berlaku. ”Khilafiah” yang mungkin terjadi, tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar disekolah tersebut, karena dari hasil kajian MUI Lobar, aktivitas belajar mengajar yang dikelola yayasan tersebut tidak ada yang menyimpang dari prinsip-prinsip Al`quran,” katanya. Justru keberadaan pendidikan yang dikelola Yayasan Ihya`us Sunnah di dusun tersebut memberikan manfaat dan arti yang sangat penting bagi peningkatan SDM setempat. Fasilitas pendidikan di wilayah itu sangat terbatas, sehingga apa yang digagas oleh yayasan tersebut membantu pemerintah untuk meningkatkan SDM masyarakat setempat. ”Karena itu, MUI Lobar meminta kepada bupati agar segera membuka kembali aktivitas belajar mengajar disana, terlebih bagi murid kelas tiga yang tidak lama lagi menghadapi ujian negara (UN),” katanya. Menjawab pertanyaan wartawan, Syafwan tokoh kharismatik di Lobar dan pembina Pondok Pesantren terkenal di Kecamatan Kediri menegaskan, para pelaku perusakan gedung milik yayasan tersebut harus diproses hukum. Polisi harus menindak tegas para pelaku perusakan, walaupun disebutkan pelakunya belum diketahui secara pasti, namun pihak kepolisian memiliki kemampuan mengungkap siapa pelaku maupun orang-orang dibalik kejadian tersebut. ”Polisi pasti sudah tahu siapa pelakunya, dan kita serahkan proses hukum itu kepada mereka, tindakan anarkis seperti itu tidak bisa dibiarkan,” katanya. Sebelumnya, Selasa malam sekitar pukul 20.00 Wita, seratusan massa yang didominasi anak-anak usia muda melakukan aksi perusakan terhadap tiga unit ruang belajar milik Yayasan Ihya`us Sunnah. Perusakan yang terjadi disaat mati lampu tersebut menyebabkan aktivitas belajar mengajar terhenti total, sebab tiga ruang kelas bantuan Bank Pembangunan Asia (ADB) rusak berat. Sebelum perusakan terjadi, Camat Sekotong Drs. Lalu Guntur Gagarin bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat pada pertengahan Februari telah melakukan rapat dan sepakat menghentikan seluruh aktivitas belajar mengajar di MTs maupun TK.(Ant/myd)

SOSIALISASI UJIAN NASIONAL DINAS DIKPORA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2012

Sosialisasi ujian nasional 2012 yang pertama oleh dinas Dikpora Kab.Lombok barat dilaksanakan di Aula Dikpora kabupaten Lombok Barat. Pada sosialisasi tersebut diikuti  oleh semua ketua gugus se Kabupaten Lombok Barat bersama satu orang operator komputer. Nara Sumber kali ini adalah dari Propinsi yaitu Bapak Susanto dan dari kabuapaten yaitu Bapak Haji Darwilan Rifai, S.Pd.

Sistem pendataan peserta UN SD tahun 2012  yang dilakukan oleh Dinas dikpora Kab.lombok Barat yang biasanya entri data dilakukan langsung oleh operator yang ada di Dinas kabupaten akan tetapi untuk tahun ini dilakukan oleh masing-masing gugus yang hasil entri data tersebut diserahkan ke operator kecamatan setelah terkumpul di kecamatan pihak kecamatan menyerahkan ke operator yang ada di Dinas Kabupaten. Hal ini dilakukan untuk meringankan pekerjaan pihak Dinas Kabupaten mengingat terlalu banyak pekerjaan yang dilakukan sedangkan petugas terbatas.

Untuk mempermudah pekerjaan tersebut maka dari masing-masing gugus diberikan aplikasi pendataan.

Daftar calon peserta UN SDN 2 KEDARO 2011-2012

TAHUN BARU WAKTUNYA GURU MENERIMA DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (DP3).

TAHUN BARU WAKTUNYA GURU MENERIMA DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (DP3).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (DP3).

Pelaksanaan penilaian dilakukan mulai Januari sampai dengan Desember, dan dikeluarkan pada bulan januari tahun berikutnya.

Unsur-unsur yang dinilai dalam melaksanakan penilaian pelaksanaan pekerjaan adalah :

  1. kesetiaan;
  2. prestasi kerja;
  3. tanggungjawab;
  4. ketaatan;
  5. kejujuran;
  6. kerjasama;
  7. prakarsa; dan
  8. kepemimpian.

Kesetiaan, Yang dimaksud dengan kesetiaan, adalah kesetiaan, ketaatan, dan pengabdian kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah. Unsur kesetiaan terdiri atas sub-sub unsur penilaian sebagai berikut:

  1. Tidak pernah menyangsikan kebenaran Pancasila baik dalam ucapan, sikap, tingkah laku, dan perbuatan;
  2. Menjunjung tinggi kehormatan Negara dan atau Pemerintah, serta senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang, atau golongan;
  3. Berusaha memperdalam pengetahuan tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta selalu berusaha mempelaiari haluan Negara, politik Pemerintah, dan rencana-renca Pemerintah dengan tujuan untuk melaksanakan tugasnya secara berdayaguna dan berhasilguna;
  4. Tidak menjadi simpatisan/anggota perkumpulan atau tidak pernah terlibat dalam gerakan yang bertujuan mengubah atau menentang Pancasila Undang-Undang Dasar 1945, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau Pemerintah;
  5. Tidak mengeluarkan ucapan, membuat tulisan, atau melakukan tindakan yang dapat dinilai bertujuan mengubah atau menentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah.

 

 

Prestasi Kerja

Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksana tugas yang dibebankan kepadanya. Pada umumnya prestasi kerja seorang Pegawai Negeri Sipil dipengaruhi oleh kecakapan, ketrampilan , pengalaman dan kesungguhan PNS yang bersangkutan Unsur prestasi kerja terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Mempunyai kecakapan dan menguasai segala seluk beluk bidang tugasnya dan bidang lain yang berhubungan dengan tugasnya;
  2. Mempunyai keterampilan dalam melaksanakan tugasnya;
  3. Mempunyai pengalaman di bidang tugasnya dan bidang lain yang berhubungan dengan tugasnya;
  4. Bersungguh-sungguh dan tidak mengenal waktu dalam melaksanakan tugasnya;
  5. Mempunyai kesegaran dan kesehatan jasmani dan rohani yang baik;
  6. Melaksanakan tugas secara berdayaguna dan berhasilguna;
  7. Hasil kerjanya melebihi hasil kerja rata-rata yang ditentukan, baik dalam arti mutu maupun dalam arti jumlah.

Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang Pegawai Negeri Sipil menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya serta berani memikul risiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya. Unsur tanggung jawab terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Selalu menyelesaikan tugas dengan sebaik- baiknya dan tepat pada waktunya;
  2. Selalu berada di tempat tugasnya dalam segala keadaan;
  3. Selalu mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan diri sendiri, orang lain, atau golongan;
  4. Tidak pernah berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain;
  5. Berani memikul risiko dari keputusan yang diambil atau tindakan yang dilakukannya;
  6. Selalu menyimpan dan atau memelihara dengan sebaik-baiknya barang-barang milik Negara yang dipercayakan kepadanya.

Ketaatan

Ketaatan adalah kesanggupan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku, menaati perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang, serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang ditentukan. Unsur ketaatan terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Menaati peraturan perundang-undangan dan atau peraturan kedinasan yang berlaku
  2. Menaati perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang dengan sebaik-baiknya;
  3. Memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bidang tugasnya;
  4. Bersikap sopan santun

Kejujuran, Pada umumnya yang dimaksud dengan kejujuran, adalah ketulusan hati seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan kepadanya. Unsur kejujuran terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Melaksanakan tugas dengan ikhlas;
  2. Tidak menyalahgunakan wewenangnya;
  3. Melaporkan hasil kerjanya kepada atasannya menurut keadaan yang sebenarnya

KerjasamaKerjasama adalah kemampuan seseorang Pegawai Negeri Sipil untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu tugas yang ditentukan, sehingga tercapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. Unsur kerjasama terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Mengetahui bidang tugas orang lain yang ada hubungannya dengan bidang tugasnya;
  2. Menghargai pendapat orang lain;
  3. Dapat menyesuaikan pendapatnya dengan pendapat orang lain, apabila yakin bahwa pendapat orang lain itu benar;
  4. Bersedia mempertimbangkan dan menerima usul yang baik dari orang lain;
  5. Selalu mampu bekerja bersama-sama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan;
  6. Selalu bersedia menerima keputusan yang diambil secara sah walaupun tidak sependapat.

Prakarsa, Prakarsa adalah kemampuan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk mengambil keputusan, langkah-langkah atau melaksanakan sesuatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan. Unsur prakarsa terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Tanpa menunggu petunjuk atau perintah dari atasan, mengambil keputusan atau melakukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya, tetapi tidak bertentangan dengan kebijaksanaan umum pimpinan
  2. Berusaha mencari tatacara yang baru dalam mencapai dayaguna dan hasilguna yang sebesar besarnya;
  3. Berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta mengenai sesuatu yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas.

Kepemimpinan, Kepemimpinan adalah kemampuan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok. Unsur kepemimpinan terdiri atas sub-sub unsur sebagai berikut:

  1. Menguasai bidang tugasnya;
  2. Mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat;
  3. Mampu mengemukakan pendapat dengan jelas kepada orang lain;
  4. Mampu menentukan prioritas dengan tepat
  5. Bertindak tegas dan tidak memihak;
  6. Memberikan teladan baik;
  7. Berusaha memupuk dan mengembangkan kerjasama;
  8. Mengetahui kemampuan dan batas kemampuan bawahan;
  9. Berusaha menggugah semangat dan menggerakkan bawahan dalam melaksanakan tugas;
  10. Memperhatikan dan mendorong kemajuan bawahan:
  11. Bersedia mempertimbangkan saran-saran bawahan.

Tata Cara Penilaian

Penilaian dilakukan oleh Pejabat Penilai, yaitu atasan langsung Pegawai Negeri Sipil yang dinilai, dengan ketentuan serendah-rendahnya Kepala Urusan atau pejabat lain yang setingkat dengan itu. Pejabat Penilai melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang berada dalam lingkungannya pada akhir bulan Desember tiap-tiap tahun. Jangka waktu penilaian adalah mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun yang bersangkutan. Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut:

  1. amat baik = 91 – 100
  2. baik = 76-90
  3. cukup = 61-75
  4. sedang = 51-60
  5. kurang = 50 ke bawah

Nilai untuk masing-masing unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan, adalah rata-rata dari nilai sub-sub unsur penilaian. Setiap unsur penilaian ditentukan dulu nilainya dengan angka, kemudian ditentukan nilai sebutannya. Hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan dituangkan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pejabat Penilai baru dapat melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan, apabila ia telah membawahkan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan. Apabila Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan diperlukan untuk suatu mutasi kepegawaian, sedangkan Pejabat Penilai belum 6 (enam) bulan membawahi Pegawai Negeri Sipil yang dinilai, maka Pejabat Penilai tersebut dapat melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan dengan mengunakan bahan-bahan yang ditinggalkan oleh Pejabat Penilai yang lama.

PELATIHAN WEB SITE SDN 2 KEDARO


Era globalisai dan transfaransi saat ini,  mengajak kita untuk bisa membuka mata (melihat), membuka telinga (mendengar), bisa membuka mulut (berbicara) dan membuka hati nurani (kepedulian) dengan cara membuka internet.
Kemampuan seseorang membuka dan memanfatkan media maya internet berarti kita telah mampu membuka jendela dunia yang banyak memberikan pengetahuan,  gagasan, kreativitas dan peluang yang tidak ada batasnya.   Era globalisasi dan transfaransi identik dengan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) atau Information, communication and technology (ICT) terutama internet.

Pada dunia pendidikan saat ini,  para guru dituntut meningkatkan kemampuan dalam menguasai ICT untuk menunjang segala aktifitas yang berkaitan dengan profesinya sebagi guru. Salah satu yang penting dikuasai adalah kemampuan memanfaatkan internet sebagai media dan sumber belajar serta tempat mempublikasikan hasil karya-karyanya, sehingga lebih bermanfaat untuk masyarakat luas, terutama karya tulis ilmiah berupa hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau karya tulis lainnya.

Akan tetapi kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru sulit sekali menghasilkan suatu karya tulis ilmiah. Hal ini disebabkan karena kemauan untuk mencoba mengawali dan berusaha secara terus menerus meningkatkan kemampuan individu guru tersebut masih kurang. Untuk memecahkan masalah ini, para guru perlu disiapkan media sebagai tempat belajar menulis  sekaligus langsung sebagai media publikasi yang cepat bisa diakses oleh rekan-rekan guru yang lain, sehingga dengan mudah pula direspon oleh teman sejawat atau pihak lain yang peduli terhadap karya-karya guru.

Sehubungan dengan itu, Bapak Kepala  SDN 2 Kedaro beserta guru-guru  telah sepakat agar sekolah memiliki web site sendiri dengan nama “sdn2kedaro.sch.id”. Web site ini  sebagai media guru untuk berlatih membuat karya tulis dan bisa diakses langsung dengan bimbingan seorang guru senior yang dianggap mampu untuk itu. Dalam pembuatan web site ini sekolah telah bekerjasama dengan Wanimura Net- Mataram sebagai fasilitator, konsultan dan pemateri dalam pelatihan-pelatihan bagi para guru tentang tata cara menggunakan web site ini dengan benar. Disamping pihak Wanimura Net membuatkan web site sekolah, dibuatkan juga tambahan web site (domain)  gratis untuk Kepala sekolah pribadi (hazmiyazid.web.id), Adminisator SDN 2 Kedaro (mujisigap.web.id) dan KKG Pasti Bisa Sekotong (kkgpastibisa.web.id). Ketiga domain ini bersifat menumpang di web site SDN 2 Kedaro. Manfaatnya juga sama untuk media publikasi karya-karya tulis atau hal-hal lain yang patut untuk dipublikasikan bagi kepala sekolah, adminisator dan KKG Pasti Bisa Sekotong.

Untuk mempercepat proses pemanfaatan web site ini segera diadakan pelatihan-pelatihan bagi pengguna web site dan para guru SDN 2 Kedaro yang narasumbernya langsung dari pihak pengelola Wanimura Net-Mataram.

Pada pelatihan pertama hari Sabtu, 24 Desember 2011 dari jam 10.00 – 17.00 wita di SDN 2 Kedaro dengan materi 1) Sosilalisai tentang internet. Pada materi ini peserta diberikan pembekalan tentang  pengaruh positif dan negatif dari media internet; 2) Etika pengguna internet; 3) Pengenalan tentang istilah-istilah pada media internet. Narasumber adalah pengelola Wanimurra-Net Mataram yaitu Bapak Fahrul alias Palonk. Pesertanya Bapak Kepala Sekolah SDN 2 Kedaro (Hazmi, S.Pd.SD) beserta 6 orang guru.

Pada pertemuan kedua Minggu, 25 Desember 2011, jam 10.00 – 17.00 wita di Pusat Internet Wanimura Net-Mataram. Materi  yang diberikan 1) Cara membuat e-mail; 2) Cara posting; 3) Design tampilan web site; 4) Cara menampilkan dan edit gambar atau vidio; 5) Cara menggunakan control pannel di web site, dll.  Selama pelatihan, peserta kelihatannya senang, asyik dan  tetap semangat mengikuti tahapan materi yang diberikan dengan banyak bertanya dan pemateripun menjawab pertanyaan mereka juga dengan senang hati, itu berarti materinya menarik perhatian.

Semoga dengan adanya web site sekolah ini, dapat bermanfaat sesuai dengan peruntukannya khusus bagi sekolah, guru-guru,komite dan masyarakat luas.  Amiin.

Saran dan kritik dari semua pihak sangat diharapkan.

KEGIATAN AKHIR SEMESTER MEMBENTUK KARAKTER

Ulangan semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 di setiap sekolah baru saja usai. Umumnya seminggu setelah ulangan semester kegiatan belajar-mengajar di kelas sudah tidak ada lagi, sehingga murid-murid  masuk sekolah hanya bermain-main dan cepat pulang, sementara para guru sibuk mengoreksi hasil ulangan, mengolah nilai dan menulis raport siswa. Seandainya waktu seminggu menjelang penerimaan raport ini bisa dimanfaatkan oleh pihak manajemen sekolah untuk pembinaan karakter melalui beberapa kegiatan lomba yang menarik, akan lebih bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik.

Menyadari hal tersebut, Bapak Kepala Sekolah (Hazmi, S.Pd.SD) beserta Dewan Guru SDN 2 Kedaro sepakat dari tanggal 20 s/d 23 Desember 2011 mengisi waktu luang tersebut  dengan beberapa kegiatan lomba, yang pesertanya seluruh siswa dari kelas I-VI. Kegiatan lomba dimaksud diantaranya Lomba Calistung, Mewarnai Gambar dan Kegiatan Games (Permainan) yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik, seperti belajar bekerjasama, kejujuran, disiplin, keberanian dan  bertanggung jawab. Khusus kegiatan permainan dalam bentuk beregu yaitu  terdiri dari 6 (enam orang) yang anggotanya  merupakan perwakilan dari masing-masing kelas.

Nama-nama kegiatan games, yaitu :

1. Kawah beracun adalah anggota regu harus mampu melewati suatu kawah (halaman) dengan cara  menginjak bidang pijakan yang telah ditentukan, bila jatuh atau kaki keluar dari bidang pijakan/menyentuh tanah, peserta dinyatakan diskualifikasi. Permainan ini memerlukan kerjasama, kedisiplinan, dan kesabaran.

2. Memindahkan Bom adalah setiap regu harus mampu memindahkan bom (air gelasan) yang ada di atas taplak meja ke suatu tempat dengan cara semua anggota regu memegang ujung-ujung taplak meja yang direntangkan dengan kencang menuju batas yang telah ditentukan. Bila air gelasan yang diatas taplak meja itu tidak jatuh dinyatakan berhasil atau menang. Permainan ini membutuhkan konsentrasi penuh, kerjasama dan kehati-hatian.

3. Menggambar Beregu adalah membuat atau mewarnai suatu gambar secara bergantian sesuai dengan keinginan dan kemampuan seni anggota regu dalam batas waktu yang ditentukan. Hasil gambar regu yang terbaik menjadi pemenangnya. Permainan ini membutuhkan rasa seni dan kepekaan, ketelitian, kerjasama dan disipiln waktu.

4. Menunggang Naga adalah membawa dua orang anggota sampai garis finis dengan cara menaikan dua orang peserta lomba di atas dua pasang tangan peserta lain yang telah dikaitkan pada pada pundak temannya yang didepan.Seorang bertugas sebagai pemilik naga yang menggiring lari secepatnya sampai ke tujuan. Sedangkan Permainan ini membutuhkan kekuatan fisik, kerjasama, disiplin dan rasa persaudaraan yang kuat.

5. Memindahkan Lilitan Ular adalah memindahkan lilitan ular (kain sarung) yang berada di badannya ke teman disebelahnya sambil berpegangan tangan dalam bentuk lingkaran. Permainan ini membutuhkan kecekatan dan kecerdasan dalam bertidak cepat agar ular tidak terlalu lama melilit badannya.

Berdasarkan hasil pengamatan panitia pelaksana, ternyata semua permainan yang disuguhkan dapat diikuti semua regu peserta dengan penuh antusias dan riang gembira. Setiap regu berusaha memenangkan lomba dengan penuh disiplin dan membangun kerjasama yang baik. Untuk  lomba calistung dan mewarnai kejuaraan diambil I, II dan III  putra dan putri dari masing-masing kelas, sedangkan lomba games kejuaraan diambil I, II dan III putra dan putri secara beregu. Sang juara berhak mendapat hadiah dari panitia berupa kelengkapan alat-alat tulis sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dari kegiatan games yang sederhana ini sangat syarat dengan nilai-nilai pendidikan yang bisa diterima peserta didik, khususnya menanamkan budaya dan karakterbangsa yang diharapkan, seperti disiplin, kompak, bertanggung jawab, keberanian, ketekunan dan saling menghargai dengan anggota regunya.

Oleh karena itu, alangkah baiknya bila setiap menjelang akhir ulangan semester ganjil atau genap hendaknya setiap sekolah mengisi  waktu tersebut  dengan kegiatan remedial atau kegiatan lomba-lomba yang murah – meriah namun syarat dengan nilai-nilai pendidikan, Contoh beberapa kegiatan di atas. Semoga bermanfaat. Terimakasih. (Muji’23-11-2011)

Bantuan Siswa Miskin Tahun 2011

Bantuan Siswa (BSM) SDN 2 Kedaro tahun 2011  untuk 181 orang siswa dengan nilai Rp.360.000,00 perorang setahun dengan jumlah Rp.65.160.000,- (Enam puluh lima juta seratus enam puluh ribu rupiah). BSM Tambahan untuk 40 orang siswa dengan nilai Rp.180.000,00 perorang setahun dengan jumlah Rp.7.200.000,- (Tujuh juta dua ratus ribu rupiah). Total penerimaan BSM tahun 2011 Rp.72.360.000,00 (Tujuh puluh dua juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).

Sebelum penyaluran kepada siswa, diadakan rapat sosialisasi kepada dewan guru dan komite sekolah beserta beberapa orang tua/wali murid pada hari Sabtu, 3 Desember 2011 di SDN 2 Kedaro. Seminggu setelah itu BSM diisalurkan kepada yang berhak menerimanya pada hari Sabtu, 10 Desember 2011 di SDN 2 Kedaro yang disaksikan oleh Komite Sekolah dan beberapa orang tua/ wali murid.

BSM diarahkan penggunaannya untuk pengadaan kebutuhan sekolah siswa, diantaranya membeli pakaian seragam sekolah, tas dan perlengkapan alat tulis menulis. Tidak diperkenankan untuk membiaya kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan lain yang yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan sekolah siswa.

Dengan adanya BSM merupakan salah satu solusi mendorong siswa lebih rajin sekolah sehingga mengurangi drop out, karena kendala tidak mampu membeli kebutuhan pakaian sekolah dan perlengkapan lainnya.

Adapun daftar nama penerima BSM dapat dilihat daftar di bawah ini :

DAFTAR PENERIMA BSM 2011

DAFTAR PENERIMA BSM TAMBAHAN 2011

 

Arsip